SMAK KESUMA MATARAM


HALO ANAK-ANAK!
Bagaimana kabar kalian?
Bertemu lagi dengan saya Albertus Yoram Diri.

    

        




Apakah anak-anak mengetahui dua tokoh dalam foto ini? 

     
Tepat sekali anak-anak, foto yang di atas adalah Christian Ronaldo sedangkan yang di bawah adalah Lionel Messi. 
Apa pendapat kalian tentang mereka berdua?

Bapak Guru yakin pasti kalian memiliki pendapat yang berbeda tentang kedua tokoh tersebut dan mungkin ada yang memiliki pendapat yang sama. 

Anak-anak hari ini kita belajar menyampaikan pendapat di dalam teks eksposisi. Maka dari itu, bapak guru menanyakan pendapatkan kalian tentang kedua tokoh di atas.

     Berlatih menyampaikan pendapat merupakan latihan yang sangat penting. Apalagi anak-anak adalah calon penerus bangsa. Maka dari itu, anak-anak harus memiliki pemikiran yang kritis untuk membangun negara NKRI kita.

       Pembelajaran kita hari ini berhubungan erat dengan pembelajaran teks laporan hasil observasi. Sebab sebelum menulis  teks ekposisi, kita dapat melakukan pengamatan atau kegiatan observasi.

    A.          Menginterprestasi Makna dalam Teks Eksposisi

     Teks eksposisi adalah jenis teks yang mengandung beberapa informasi dan pengetahuan penulis yang disampaikan dalam bentuk paragraf secara singkat, padat, jelas, dan akurat. Berdasarkan pendapat lain, yang menyatakan bahwa teks eksposisi adalah sebuah paragraf yang ditulis guna menyampaikan beberapa gagasan atau pemikiran untuk membahas mengenai suatu topik.

    

Teks eksposisi harus ditulis secara singkat, padat, dan jelas. Hal ini bertujuan agar para pembaca mampu memahami makna yang terkandung di dalm teks ekposisi secar langsung.

Ada pun ciri-ciri teks eksposisi sebagai berikut.

1.            Teks eksposisi bersifat informatif. Artinya teks eksposisi berisi informasi untuk pembaca.

2.            Ada pendapat, gagasan, atau opini penulis.

3.            Teks eksposisi bersifat objektif. Artinya teks eksposisi ditulis bukan bertujuan untuk mempengaruhi melainkan hanya sebagai media untuk memberi informasi.

4.            Fakta yang disampaikan diperjelas dengan angka, peta, grafik, statistik, gambar, atau bagian sebagai ilustrasi.

5.            Teks eksposisi bersifat logis atau masuk akal

6.            Informasi dugali melalui analisis dan sintesis.

7.            Paragraf diakhiri dengan penegasan, bukan ajakan atau permintaan dukungan.

 

Teks eksposisi memuat fakta dan opini. Fakta adalah kejadian yang benar-benar terjadi dan terdapat data-data yang dapat dijadikan sebagai bukti. Sedangkan opini adalah pendapat seseorang tentang sesuatu hal.

Dalam pembelajaran laporan hasil observasi, kita sudah belajar tentang kalimat fakta dan kalimat opini. Kalau begitu, bapak akan bertanya mana kalimat fakta dan kalimat opini pada kedua teks berikut:

1.            Adapun pertambahan pasien Covid Papua Barat dengan penambahan 667 kasus, Kalimantan Tengah 553 kasus, dan Sulawesi Barat 295 kasus.

2.            Pemerintah daerah Papua Barat, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi seharusnya lebih agresif  mensosialiasikan masyarakat untuk menjaga prokes.

Anak-anak kalimat pertama adalah kalimat fakta sedangkan kalimat kedua adalah kalimat opini. Hal yang mebedakan adalah kalimat pertama berupa pernyataan dan penjabaran data. Sedangkan, kalimat kedua berupa pendapat dari penulis.

Bacalah teks berikut!

Jakarta Kota Yang Rawan Banjir

 

          Pada bulan Februari tahun 2016 merupakan puncaknya musim hujan. Pada saat ini terdapat beberapa wilayah Jakarta yang mulai menggenangkan air atau banjir saat terjadi hujan. Oleh karena itu, warga harus tetap siap menghadapi banjir jika terjadi, terlebih untuk masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

Berdasarkan data Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, terdapat sekitar 134 RW yang harus waspada menghadapi banjir yang akan datang. Wilayah tersebut merupakan 34 wilayah kelurahan yang tersebar di Jakarta, khususnya Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

         Beberapa wilayah diantaranya adalah, kelurahan Kampung Melayu, Kelurahan Bukit Duri, Kelurahan Srengseng Sawah, Cipinang Melayu, Kelurahan Cawang, Kelurahan Rajawati, Kelurahan Bidara Cina, dan Kelurahan Pondok Labu yang diketahui mengalami terendam air dengan tinggi sekitar 10-50 cm saat hujan deras terjadi pada hari Minggu, 14 Februari 2016

Setelah itu, permasalahan ini direspon jajaran Musyawarah Pimpinan Kota (Muspikot) Jakarta Timur. Apel siaga banjir dilakukan sebagai langkah upaya mengantisipasi musim hujan pada tahun ini. Apel ini dilakukan di halaman parkir PGJ Jatinegara. Muspikot juga mengirimkan sekitar 347 personel dari jajaran Polresta Jakarta Timur, BPDB DKI Jakarta, Kodim 0505, dan Satpol PP Jakarta Timur untuk menghadapi bencana banjir.

           Segala perlengkapan bencana siaga banjir juga diperlihatkan dalam kegiatan apel tersebut. Diantaranya seperti, 2 kano, 2 kayak, 2 perahu karet dan lain sebagainya.



 Bacalah teks eksposisi yang berjudul “Jakarta Kota Yang Rawan Banjir.” Tulislah fakta dan opini yang terdapat dalam teks tersebut. Kerjakan dalam bentuk tabel seperti berikut, kemudian kumpulkan hasilnya kepada guru.

No

Fakta

Opini

1

 

 

2

 

 

3

 

 

4

 

 

5

dst.

 


A.   Mengembangkan Isi Teks Eksposisi

Apakah anak-anak sudah memahami kalimat fakta dan kalimat opini? Jika sudah kita akan belajar mengembangkan isi teks eksposisi. Berdasarkan fakta yang diperoleh di lapangan, kita dapat mengembangkan kalimat fakta dengan opini. Misalnya,

Kalimat Fakta

Pengembangan

SMAK Kesuma melaksanakan hari ulang tahun  pada tanggal 5 Agustus 2021 secara sederhana dan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

SMAK Kesuma melaksanakan hari ulang tahun  pada tanggal 5 Agustus 2021 secara sederhana dan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Hal ini bertujuan menghindari penyebaran Covid-19. Akan tetapi, kesederhanaan dalam acara ulang tahun SMAK Kesuma tidak menurutkan semangat juang para guru di dalam membina dan mendidik siswa SMAK Kesuma.



Jenis-Jenis Teks Eksposisi

Contoh teks eksposisi memiliki jenis tersendiri yang di antaranya sebagai berikut:

  • Eksposisi definisi merupakan jenis teks eksposisi yang berisi paragraf dan membahas mengenai definisi dari suatu topik tertentu
  • Eksposisi proses merupakan jenis teks eksposisi yang di dalamnya berisi cara atau langkah-langkah melakukan sesuatu secara sistematis atau berurutan dari awal hingga akhir.
  • Eksposisi ilustrasi merupakan jenis teks eksposisi yang ditulis untuk menyampaikan informasi atau menjelaskan suatu topik dengan gambaran atau ilustrasi yang sesuai dengan topik yang dibahas. Ilustrasi tersebut memiliki kesamaan sifat atau kemiripan dengan hal tertentu pada topik lainnya.
  • Eksposisi laporan yaitu jenis teks eksposisi yang berisi paragraf dari sebuah penelitian tertentu atau teks yang mengemukakan laporan dari sebuah berita.
  • Eksposisi perbandingan yaitu teks eksposisi yang berisi gagasan utama untuk membandingkan gagasan lainnya yang disajikan.
  • Eksposisi pertentangan merupakan jenis teks eksposisi yang berisi suatu hal pertentangan dengan hal lainnya

Struktur Teks Eksposisi

  • Tema Atau Judul Teks Eksposisi

Tema atau judul merupakan gagasan pokok yang menggambarkan suatu permasalahan dari tema yang akan dibahas. Judul sebaiknya dibuat menarik, singkat, jelas dan bermakna.

  • Pernyataan Umum (Tesis)

Pernyataan umum ditulis untuk memperkenalkan topik yang akan dibahas serta menempatkan pembaca pada posisi tertentu. Maksudnya, agar pembaca bisa mengerti posisinya apakah sependapat atau tidak sependapat dengan tulisan yang dikemukakan oleh penulis dalam teks eksposisi.

  • Argumentasi

Argumentasi adalah pendapat atau alasan yang akan disampaikan oleh sang penulis. Pada bagian argumen, banyaknya tulisan bisa panjang atau pendek sesuai dengan jumlah argumen. Sampaikan ulang dalam bentuk paragraf dan jabarkan argumen sesuai dengan garis besar dari pernyataan umum. Untuk mengembangkan argumen, kamu bisa melakukannya melalui penyajian contoh dan alasan.

  • Penegasan Ulang Pendapat (Kesimpulan)

Penegasan ulang pendapat berisi argumen yang sebelumnya telah disampaikan. Namun pengulangan pendapat ini bersifat pilihan, sehingga yang disampaikan hanya intinya saja (kesimpulan).


Dalam menulis teks eksposisi, terdapat unsur kebahasaan yang harus diperhatikan, di antaranya sebagai berikut:

  • Pronomina

Pronomina atau yang lebih dikenal dengan kata ganti merupakan salah satu unsur kebahasaan dalam teks eksposisi. Pronomina berfungsi untuk mengganti nomina dan frasa nomina. Terdapat dua macam pronomina, yaitu:

1.    Pronomina persona (kata ganti orang), contohnya, ia, dia, anda, kamu, aku, kami kita, kalian, mereka, para, hadirin.

2.    Pronomina nonpersona (kata ganti bukan orang), contohnya, itu, ini, situ, sini, sana, mana, apa, siapa.

  • Nomina (kata benda)

Nomina adalah kata yang mengacu pada benda nyata maupun abstrak. Dalam hal ini nomina berdiri sebagai subjek. Berdasarkan bentuk dan maknanya, nomina dibagi menjadi dua,

1.    Nomina dasar misalnya, pisau, meja, rumah, lemari, kursi, gambar, dan lainnya.

2.    Nomina turunan misalnya, perbuatan, pembelian, kekuatan, dan lain sebagainya.



  • Verba (Kata Kerja)

Kata kerja merupakan sebuah kata yang memiliki makna perbuatan atau keadaan yang bukan sifat. Biasanya, kata kerja digunakan sebagai predikat dalam kalimat.

  • Konjungsi

Konjungsi atau kata penghubung merupakan kata yang menghubungkan suatu bahasa menjadi dua kesatuan yang sederajat. Yakni, kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa dan kalimat dengan kalimat.

        Konjungsi dalam KBBI adalah kata maupun ungkapan penghubung antar frasa, antar kata, antar kalimat, dan antar klausa. Unsur yang dirangkai atau dihubungkan seperti satuan lingual kata, klausa, frasa, kalimat serta unsur – unsur lainnya seperti alinea/paragraf dengan penanda lanjutan serta topik pembicaraan dengan penanda disjungtif.

Jenis-Jenis Konjungsi beserta contohnya

Tipe konjungsi atau penghubung pada sebuah wacana bervariasi. Berdasarkan perilaku sintaksis (ilmu tata kalimat), konjungsi dibagi menjadi lima kelompok yaitu konjungsi koordinatif, konjungsi korelatif, konjungsi subordinatif, konjungsi antarkalimat dan konjungsi antarparagraf.

 

1. Konjungsi Koordinatif

 

Definisi konjungsi koordinatif berdasarkan KBBI adalah salah satu jenis konjungsi yang menghubungkan klausa atau kata berstatus sama. Konjungsi koordinatif ialah konjungsi yang merangkai dua kalimat ataupun lebih yang memiliki kedudukan setara/sederajat.

Berdasarkan sifat hubungannya, jenis-jenis konjungsi koordinatif meliputi :

 

1.1. Konjungsi koordinatif  penambahan. Konjungsi yang dipakai yaitu dan, serta, beserta.

 

Contoh :

 

(1) Jokowi dan Barak Obama sedang berbicang-bincang.

 

 

1.2. Konjungsi koordinatif perlawanan. Konjungsi yang dipakai yaitu tetapi, melainkan.

 

 

Contoh :

 

(1) Proyek renovasi Bandara Soekarno-Hatta tidak hanya menghabiskan dana tetapi juga mengganggu aktivitas pengguna maskapai.

 

1.3. Konjungsi koordinatif menyatakan pemilihan. Konjungsi yang dipakai yaitu atau.

 

Contoh:

 

Jika kamu menawarkan minum, Aku  ingin kopi atau teh.

 

2. Konjungsi Subordinatif

 

Definisi konjungsi subordinatif berdasarkan KBBI konjungsi subordinatif sebagai salah satu jenis konjungsi yang menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat. Konjungsi subordinatif ini menghubungkan dua unsur klausa yang memiliki kedudukan tidak sama/ tidak sederajat. Maka, Kedudukan klausa satu sebagai klausa utama lebih tinggi daripada klausa ke kedua yang manjadi klausa bawahan/ lebih rendah dari kalimat utama. Macam-macam konjungsi subordinatif :

 

2.1. Jenis Konjungsi subordinatif yang menyatakan waktu

 

Konjungsi waktu dapat digunakan saat klausa subordinatifnya menerangkan waktu terjadinya suatu peristiwa yang dinyatakan dalam klausa primer/utama. konjungsi waktu dapat dibedakan menjadi:

 

a. Waktu batas permulaan, konjungsi yang dipakai sejak, sedari. Perhatikanlah contoh berikut.

 

(1)Danu selalu tertarik pada mainan sejak ia mulai belajar merangkak.

 

2.2. Konjungsi subordinatif syarat

 

Konjungsi syarat terdapat di dalam sebuah kalimat yang dapat digunakan klausa subordinatifnya menerangkan syarat terlaksanakannya suatu hal yang disebut di dalam klausa primer/utama. Konjungsi yang biasa digunakan adalah : jika, asalkan, manakala, jikalau, kalau, apabila, bilamana.

 

Perhatikanlah contoh berikut :

 

(1)Ayu Ting Ting tidak akan basah bilamana ia membawa payung.


2.3. Konjungsi subordinatif pengandaian

 

Konjungsi pengandaian ini terdapat pada kalimat majemuk bilamana klausa subordinatifnya menerangkan kemungkinan terlaksananya suatu hal yang dinyatakan klausa primer/utama. Konjungsi yang dapat digunakan : seandainya, sekiranya, andaikan,andaikata, umpamanya.

 

Perhatikanlah contoh berikut:

 

(1)Seandainya aku menjadi ketua FPI, aku tidak akan menggerakkan massa.


2.4. Konjungsi subordinatif pernyataan tujuan

 

Konjungsi subordinatif tujuan yang terdapat pada kalimat yang klausa subordinatifnya menerangkan suatu tujuan ataupun harapan dari suatu hal yang disebut dalam klausa primer/utama. konjungsi yang dapat digunakan adalah  biar, agar, supaya.

 

Perhatikanlah contoh berikut

 

(1)Kartika sengaja berdomisili di pulau papua agar dapat berwirausaha di sana.

 

Konjungsi konsesif ini terdapat pada kalimat majemuk ketika klausa subordinatifnya menyatakan hal yang tidak akan dapat mengubah apapun yang dinyatakan oleh klausa primer/utama. Konjungsi yang dapat digunakan adalah meskipun, biarpun, kandatipun, sekalipun, walaupun.

 

Perhatikanlah contoh berikut.


2.6. Konjungsi subordinatif pembandingan

 

Konjungsi pembandingan ini terdapat pada kalimat majemuk bilamana klausa subordinatifnya menerangkan pembandingan, preferensi, kemiripan antara hal yang disebutkan pada klausa primer/utama dengan hal yang disebutkan dalam klausa subordinatif tersebut. Konjungsi yang biasa digunakan adalah laksana, alih-alih, sebagaimana, seakan-akan, sebagai, seolah-olah, laksana, bak, ibarat, seperti.

 

Perhatikanlah contoh berikut.

 

(1)Dia akan membantumu sebagaimana ayahnya juga telah membantu keluargamu.

 

(2)Manusia ibarat setitik debu di alam semesta ini.

 

2.7. Konjungsi subordinatif yang menerangkan akibat atau hasil

 

Konjungsi akibat atau hasil terdapat pada kalimat bilamana klausa subordinatifnya menerangkan hasil atau akibat dari hal yang disebutkan dalam klausa primer/utama. Konjungsi yang dapat digunakan adalah akibatnya, sampai, hingga, sehingga, maka.

 

Perhatikanlah contoh berikut.

 

(1)Biaya pengobatan RS Permata bunda sangat mahal sampai-sampai rumah beserta kiosnya telah habis terjual.

 

2.8. Konjungsi subordinatif yang menerangkan sebab

 

konjungsi sebab terdapat pada kalimat bilamana klausa subordinatifnya menerangkan sebab maupun alasan terjadinya hal yang disebutkan dalam klausa primer/utama. konjungsi yang digunakan sebab, oleh karena, karena.

 

Perhatikanlah contoh berikut.

 

(1)Harga daging sapi di pasar Purwodadi melonjak sebab mendekati hari lebaran.

 

2.9. Konjungsi subordinatif yang menyatakan Alat

 

Konjungsi alat terdapat dalam kalimat bilamana klausa subordinatifnya menerangkan alat yang disebutkan oleh klausa primer/utama. Konjungsi yang dapat digunakan yaitu dengan dan tanpa.


2.10. Konjungsi subordinatif yang menyatakan cara

 

konjungsi ini terdapat pada kalimat dimana klausa subordinatifnya mennerangkan cara/metode pelaksanaan dari hal yang disebutkan oleh klausa primer/utama. Konjungsi yang digunakan seperti pada konjungsi alat, yaitu dengan dan tanpa.

 


3. Konjungsi korelatif

 

Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menyatukan dua kata, frase atau klausa dan hubungan kedua unsur itu memiliki derajat yang sama. Hubungan ini biasanya dapat  dinyatakan dengan memakai konjungsi :

 

baik…maupun, contoh : Tak ada yang sempurna, baik aku maupun dia

tidak hanya…tetapi, contoh : Rumah itu tidak hanya tinggi tetapi juga megah.

demikian(rupa)…sehingga, contoh : Toko itu dibuat sedemikian rupa sehingga menarik untuk dikunjungi pembeli.

apakah…atau…, contoh : aku tidak perduli apakah pulang atau pergi aku tetap menyayanginya.

entah……entah…, contoh : dia akan menerima kadoku entah suka entah tidak


4. Konjungsi Antarkalimat

 

Konjungsi antarkalimat adalah konjungsi yang menghubungkan suatu kalimat dengan kalimat yang lain. Konjungsi antarkalimat ini selalu diawali dengan kalimat baru serta menggunakan huruf kapital pada awal kalimat (baca : jenis jenis kalimat). konjungsi antarkalimat yang biasa digunakan meliputi:

 

Konjungsi antarkalimat yang menerangkan kesediaannya untuk melakukan suatu hal. Konjungsi yang biasanya digunakan yaitu demikian, biarpun, sungguhpun, begitu, sekalipun, demikian, walaupun demikian.

Contoh : Puji memang selalu berbeda pendapat dengan adiknya. Walaupun demikian mereka tetap menyayangi.

 

Konjungsi antarkalimat yang menerangkan lanjutan dari sebuah peristiwa maupun keadaan. Konjungsi yang dapat digunakan yaitu lalu, sesudah itu, kemudian, setelah itu.

Contoh : Putri melakukan perjalanan dari Semarang ke Salatiga dengan sepeda bus. Kemudian dari Salatiga ia menaiki mobil menuju Yogyakarta.

 


5. Konjungsi Antarparagraf 

Konjungsi antarparagraf yang biasa digunakan yaitu adapun, mengenai, akan hal,  dalam pada itu. Selain itu, konjungsi antarparagraf yang biasanya terdapat dalam cerita sastra lama yaitu alkisah, sebermula, arkian, syahdan.

contoh teks eksposisi


Manfaat Sirih Merah Untuk Kesehatan

Pernyataan Umum (Tesis):

Sirih Merah seringkali dijadikan sebagai bahan tanaman obat-obatan tradisional oleh masyarakat setempat. Pasalnya tanaman ini bisa dibudidayakan dengan mudah oleh sebagian masyarakat guna bahan persiapan obat-obatan.

Argumentasi:

Berdasarkan hasil penelitian bahwa tanaman sirih merah merupakan obat-obatan yang berupa obat kanker, diabetes, dan juga obat untuk masalah rambut berketombe. Selain itu tanaman ini juga sangat bermanfaat untuk penderita yang mengalami keputihan diarea kewanitaan

Cara mengaplikasikan tanaman obat sirih merah yaitu dengan merebus daun yang sudah diambil kemudian diolah kembali. kandungan dalam sirih merah ini mampu menjadi tanaman obat karena terdapat senyawa aktif di dalam daun sirih merah tersebut. Adapun kandungan yang berada dalam dalam tanaman tersebut diantaranya, minyak Atsiri, Euganol, Polivenol, dan lain sebagainya

Penegasan Ulang (Penutup):

Banyaknya manfaat dan kandungan dari tanaman sirih merah ini bisa dijadikan sebagai tanaman obat penyembuh secara tradisional untuk penyakit tertentu (yang sudah dijelaskan diatas)




Comments

Popular posts from this blog

SOAL LATIHAN MENELAAH STRUKTUR dan KEBAHASAAN TEKS EKSPOSISI