Apakah anak-anak mengetahui dua tokoh dalam foto ini?
Tepat sekali anak-anak, foto yang di atas adalah Christian Ronaldo sedangkan yang di bawah adalah Lionel Messi. Apa pendapat kalian tentang mereka berdua?
Bapak Guru yakin pasti kalian memiliki pendapat yang berbeda tentang kedua tokoh tersebut dan mungkin ada yang memiliki pendapat yang sama.
Anak-anak hari ini kita belajar menyampaikan pendapat di dalam teks eksposisi. Maka dari itu, bapak guru menanyakan pendapatkan kalian tentang kedua tokoh di atas.
Berlatih menyampaikan pendapat merupakan latihan yang sangat penting. Apalagi anak-anak adalah calon penerus bangsa. Maka dari itu, anak-anak harus memiliki pemikiran yang kritis untuk membangun negara NKRI kita.
Pembelajaran kita hari ini berhubungan erat dengan pembelajaran teks laporan hasil observasi. Sebab sebelum menulis teks ekposisi, kita dapat melakukan pengamatan atau kegiatan observasi.
A. Menginterprestasi Makna dalam Teks Eksposisi
Teks eksposisi adalah
jenis teks yang mengandung beberapa informasi dan pengetahuan penulis yang
disampaikan dalam bentuk paragraf secara singkat, padat, jelas, dan akurat.
Berdasarkan pendapat lain, yang menyatakan bahwa teks eksposisi adalah sebuah
paragraf yang ditulis guna menyampaikan beberapa gagasan atau pemikiran untuk
membahas mengenai suatu topik.
Teks eksposisi
harus ditulis secara singkat, padat, dan jelas. Hal ini bertujuan agar para
pembaca mampu memahami makna yang terkandung di dalm teks ekposisi secar
langsung.
Ada pun ciri-ciri
teks eksposisi sebagai berikut.
1.
Teks eksposisi
bersifat informatif. Artinya teks eksposisi berisi informasi untuk pembaca.
2.
Ada pendapat,
gagasan, atau opini penulis.
3.
Teks eksposisi
bersifat objektif. Artinya teks eksposisi ditulis bukan bertujuan untuk
mempengaruhi melainkan hanya sebagai media untuk memberi informasi.
4.
Fakta yang
disampaikan diperjelas dengan angka, peta, grafik, statistik, gambar, atau
bagian sebagai ilustrasi.
5.
Teks eksposisi
bersifat logis atau masuk akal
6.
Informasi dugali
melalui analisis dan sintesis.
7.
Paragraf diakhiri dengan
penegasan, bukan ajakan atau permintaan dukungan.
Teks eksposisi memuat fakta dan opini. Fakta adalah
kejadian yang benar-benar terjadi dan terdapat data-data yang dapat dijadikan
sebagai bukti. Sedangkan opini adalah pendapat seseorang tentang sesuatu hal.
Dalam pembelajaran laporan hasil observasi, kita sudah
belajar tentang kalimat fakta dan kalimat opini. Kalau begitu, bapak akan
bertanya mana kalimat fakta dan kalimat opini pada kedua teks berikut:
1.
Adapun pertambahan
pasien Covid Papua Barat dengan penambahan 667 kasus, Kalimantan Tengah 553
kasus, dan Sulawesi Barat 295 kasus.
2.
Pemerintah daerah
Papua Barat, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi seharusnya lebih agresif mensosialiasikan masyarakat untuk menjaga
prokes.
Anak-anak kalimat pertama adalah kalimat fakta
sedangkan kalimat kedua adalah kalimat opini. Hal yang mebedakan adalah kalimat
pertama berupa pernyataan dan penjabaran data. Sedangkan, kalimat kedua berupa
pendapat dari penulis.
Bacalah teks berikut!
|
Jakarta
Kota Yang Rawan Banjir
Pada bulan Februari tahun 2016
merupakan puncaknya musim hujan. Pada saat ini terdapat beberapa wilayah
Jakarta yang mulai menggenangkan air atau banjir saat terjadi hujan. Oleh
karena itu, warga harus tetap siap menghadapi banjir jika terjadi, terlebih
untuk masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Berdasarkan data Kepala
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, terdapat sekitar 134 RW yang harus
waspada menghadapi banjir yang akan datang. Wilayah tersebut merupakan 34
wilayah kelurahan yang tersebar di Jakarta, khususnya Jakarta Timur dan
Jakarta Selatan. Beberapa wilayah diantaranya adalah,
kelurahan Kampung Melayu, Kelurahan Bukit Duri, Kelurahan Srengseng Sawah,
Cipinang Melayu, Kelurahan Cawang, Kelurahan Rajawati, Kelurahan Bidara Cina,
dan Kelurahan Pondok Labu yang diketahui mengalami terendam air dengan tinggi
sekitar 10-50 cm saat hujan deras terjadi pada hari Minggu, 14 Februari 2016 Setelah itu, permasalahan ini
direspon jajaran Musyawarah Pimpinan Kota (Muspikot) Jakarta Timur. Apel
siaga banjir dilakukan sebagai langkah upaya mengantisipasi musim hujan pada
tahun ini. Apel ini dilakukan di halaman parkir PGJ Jatinegara. Muspikot juga
mengirimkan sekitar 347 personel dari jajaran Polresta Jakarta Timur, BPDB
DKI Jakarta, Kodim 0505, dan Satpol PP Jakarta Timur untuk menghadapi bencana
banjir. Segala perlengkapan bencana siaga
banjir juga diperlihatkan dalam kegiatan apel tersebut. Diantaranya seperti,
2 kano, 2 kayak, 2 perahu karet dan lain sebagainya. |
|
No |
Fakta |
Opini |
|
1 |
|
|
|
2 |
|
|
|
3 |
|
|
|
4 |
|
|
|
5 |
dst. |
|
A.
Mengembangkan Isi Teks Eksposisi
Apakah anak-anak sudah memahami kalimat fakta dan
kalimat opini? Jika sudah kita akan belajar mengembangkan isi teks eksposisi.
Berdasarkan fakta yang diperoleh di lapangan, kita dapat mengembangkan kalimat
fakta dengan opini. Misalnya,
|
Kalimat
Fakta |
Pengembangan |
|
SMAK Kesuma melaksanakan hari
ulang tahun pada tanggal 5 Agustus
2021 secara sederhana dan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. |
SMAK
Kesuma melaksanakan hari ulang tahun
pada tanggal 5 Agustus 2021 secara sederhana dan tetap mematuhi
protokol kesehatan Covid-19. Hal ini
bertujuan menghindari penyebaran Covid-19. Akan tetapi, kesederhanaan dalam
acara ulang tahun SMAK Kesuma tidak menurutkan semangat juang para guru di
dalam membina dan mendidik siswa SMAK Kesuma. |
Jenis-Jenis Teks Eksposisi
Contoh teks eksposisi
memiliki jenis tersendiri yang di antaranya sebagai berikut:
- Eksposisi definisi merupakan
jenis teks eksposisi yang berisi paragraf dan membahas mengenai definisi
dari suatu topik tertentu
- Eksposisi proses merupakan
jenis teks eksposisi yang di dalamnya berisi cara atau langkah-langkah
melakukan sesuatu secara sistematis atau berurutan dari awal hingga akhir.
- Eksposisi ilustrasi merupakan
jenis teks eksposisi yang ditulis untuk menyampaikan informasi atau
menjelaskan suatu topik dengan gambaran atau ilustrasi yang sesuai dengan
topik yang dibahas. Ilustrasi tersebut memiliki kesamaan sifat atau
kemiripan dengan hal tertentu pada topik lainnya.
- Eksposisi laporan yaitu jenis
teks eksposisi yang berisi paragraf dari sebuah penelitian tertentu atau
teks yang mengemukakan laporan dari sebuah berita.
- Eksposisi perbandingan yaitu
teks eksposisi yang berisi gagasan utama untuk membandingkan gagasan
lainnya yang disajikan.
- Eksposisi pertentangan
merupakan jenis teks eksposisi yang berisi suatu hal pertentangan dengan
hal lainnya
Struktur Teks Eksposisi
- Tema
Atau Judul Teks Eksposisi
Tema atau judul
merupakan gagasan pokok yang menggambarkan suatu permasalahan dari tema yang
akan dibahas. Judul sebaiknya dibuat menarik, singkat, jelas dan bermakna.
- Pernyataan
Umum (Tesis)
Pernyataan umum
ditulis untuk memperkenalkan topik yang akan dibahas serta menempatkan pembaca
pada posisi tertentu. Maksudnya, agar pembaca bisa mengerti posisinya apakah
sependapat atau tidak sependapat dengan tulisan yang dikemukakan oleh penulis
dalam teks eksposisi.
- Argumentasi
Argumentasi adalah
pendapat atau alasan yang akan disampaikan oleh sang penulis. Pada bagian argumen,
banyaknya tulisan bisa panjang atau pendek sesuai dengan jumlah argumen.
Sampaikan ulang dalam bentuk paragraf dan jabarkan argumen sesuai dengan garis
besar dari pernyataan umum. Untuk mengembangkan argumen, kamu bisa melakukannya
melalui penyajian contoh dan alasan.
- Penegasan
Ulang Pendapat (Kesimpulan)
Penegasan ulang
pendapat berisi argumen yang sebelumnya telah disampaikan. Namun pengulangan
pendapat ini bersifat pilihan, sehingga yang disampaikan hanya intinya saja
(kesimpulan).
Dalam menulis teks
eksposisi, terdapat unsur kebahasaan yang harus diperhatikan, di antaranya
sebagai berikut:
- Pronomina
Pronomina atau yang
lebih dikenal dengan kata ganti merupakan salah satu unsur kebahasaan dalam
teks eksposisi. Pronomina berfungsi untuk mengganti nomina dan frasa nomina.
Terdapat dua macam pronomina, yaitu:
1. Pronomina persona (kata ganti orang),
contohnya, ia, dia, anda, kamu, aku, kami kita, kalian, mereka, para, hadirin.
2. Pronomina nonpersona (kata ganti bukan orang),
contohnya, itu, ini, situ, sini, sana, mana, apa, siapa.
- Nomina
(kata benda)
Nomina adalah kata
yang mengacu pada benda nyata maupun abstrak. Dalam hal ini nomina berdiri
sebagai subjek. Berdasarkan bentuk dan maknanya, nomina dibagi menjadi dua,
1. Nomina dasar misalnya, pisau, meja, rumah,
lemari, kursi, gambar, dan lainnya.
2. Nomina turunan misalnya, perbuatan, pembelian, kekuatan, dan lain sebagainya.
- Verba
(Kata Kerja)
Kata kerja merupakan
sebuah kata yang memiliki makna perbuatan atau keadaan yang bukan sifat.
Biasanya, kata kerja digunakan sebagai predikat dalam kalimat.
- Konjungsi
Konjungsi atau kata
penghubung merupakan kata yang menghubungkan suatu bahasa menjadi dua kesatuan
yang sederajat. Yakni, kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan
klausa dan kalimat dengan kalimat.
Konjungsi dalam KBBI
adalah kata maupun ungkapan penghubung antar frasa, antar kata, antar kalimat,
dan antar klausa. Unsur yang dirangkai atau dihubungkan seperti satuan lingual
kata, klausa, frasa, kalimat serta unsur – unsur lainnya seperti
alinea/paragraf dengan penanda lanjutan serta topik pembicaraan dengan penanda
disjungtif.
Jenis-Jenis Konjungsi
beserta contohnya
Tipe konjungsi atau
penghubung pada sebuah wacana bervariasi. Berdasarkan perilaku sintaksis (ilmu
tata kalimat), konjungsi dibagi menjadi lima kelompok yaitu konjungsi
koordinatif, konjungsi korelatif, konjungsi subordinatif, konjungsi
antarkalimat dan konjungsi antarparagraf.
1. Konjungsi Koordinatif
Definisi konjungsi
koordinatif berdasarkan KBBI adalah salah satu jenis konjungsi yang
menghubungkan klausa atau kata berstatus sama. Konjungsi koordinatif ialah
konjungsi yang merangkai dua kalimat ataupun lebih yang memiliki kedudukan setara/sederajat.
Berdasarkan sifat
hubungannya, jenis-jenis konjungsi koordinatif meliputi :
1.1. Konjungsi
koordinatif penambahan. Konjungsi yang
dipakai yaitu dan, serta, beserta.
Contoh :
(1)
Jokowi dan Barak Obama sedang
berbicang-bincang.
1.2. Konjungsi
koordinatif perlawanan. Konjungsi yang dipakai yaitu tetapi, melainkan.
Contoh :
(1) Proyek renovasi
Bandara Soekarno-Hatta tidak hanya menghabiskan dana tetapi juga mengganggu
aktivitas pengguna maskapai.
1.3. Konjungsi
koordinatif menyatakan pemilihan. Konjungsi yang dipakai yaitu atau.
Contoh:
Jika kamu menawarkan
minum, Aku ingin kopi atau teh.
2. Konjungsi Subordinatif
Definisi konjungsi
subordinatif berdasarkan KBBI konjungsi subordinatif sebagai salah satu jenis
konjungsi yang menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat. Konjungsi
subordinatif ini menghubungkan dua unsur klausa yang memiliki kedudukan tidak
sama/ tidak sederajat. Maka, Kedudukan klausa satu sebagai klausa utama lebih
tinggi daripada klausa ke kedua yang manjadi klausa bawahan/ lebih rendah dari
kalimat utama. Macam-macam konjungsi subordinatif :
2.1. Jenis Konjungsi
subordinatif yang menyatakan waktu
Konjungsi waktu dapat
digunakan saat klausa subordinatifnya menerangkan waktu terjadinya suatu
peristiwa yang dinyatakan dalam klausa primer/utama. konjungsi waktu dapat
dibedakan menjadi:
a. Waktu batas permulaan,
konjungsi yang dipakai sejak, sedari. Perhatikanlah contoh berikut.
(1)Danu selalu tertarik
pada mainan sejak ia mulai belajar merangkak.
2.2. Konjungsi subordinatif
syarat
Konjungsi syarat terdapat
di dalam sebuah kalimat yang dapat digunakan klausa subordinatifnya menerangkan
syarat terlaksanakannya suatu hal yang disebut di dalam klausa primer/utama.
Konjungsi yang biasa digunakan adalah : jika, asalkan, manakala, jikalau,
kalau, apabila, bilamana.
Perhatikanlah contoh
berikut :
(1)Ayu Ting Ting tidak
akan basah bilamana ia membawa payung.
2.3. Konjungsi
subordinatif pengandaian
Konjungsi pengandaian ini
terdapat pada kalimat majemuk bilamana klausa subordinatifnya menerangkan
kemungkinan terlaksananya suatu hal yang dinyatakan klausa primer/utama.
Konjungsi yang dapat digunakan : seandainya, sekiranya, andaikan,andaikata,
umpamanya.
Perhatikanlah contoh
berikut:
(1)Seandainya aku menjadi
ketua FPI, aku tidak akan menggerakkan massa.
2.4. Konjungsi
subordinatif pernyataan tujuan
Konjungsi subordinatif
tujuan yang terdapat pada kalimat yang klausa subordinatifnya menerangkan suatu
tujuan ataupun harapan dari suatu hal yang disebut dalam klausa primer/utama.
konjungsi yang dapat digunakan adalah
biar, agar, supaya.
Perhatikanlah contoh
berikut
(1)Kartika sengaja
berdomisili di pulau papua agar dapat berwirausaha di sana.
Konjungsi konsesif ini
terdapat pada kalimat majemuk ketika klausa subordinatifnya menyatakan hal yang
tidak akan dapat mengubah apapun yang dinyatakan oleh klausa primer/utama.
Konjungsi yang dapat digunakan adalah meskipun, biarpun, kandatipun, sekalipun,
walaupun.
Perhatikanlah contoh
berikut.
2.6. Konjungsi subordinatif
pembandingan
Konjungsi pembandingan
ini terdapat pada kalimat majemuk bilamana klausa subordinatifnya menerangkan
pembandingan, preferensi, kemiripan antara hal yang disebutkan pada klausa
primer/utama dengan hal yang disebutkan dalam klausa subordinatif tersebut.
Konjungsi yang biasa digunakan adalah laksana, alih-alih, sebagaimana,
seakan-akan, sebagai, seolah-olah, laksana, bak, ibarat, seperti.
Perhatikanlah contoh
berikut.
(1)Dia akan membantumu
sebagaimana ayahnya juga telah membantu keluargamu.
(2)Manusia ibarat setitik
debu di alam semesta ini.
2.7. Konjungsi
subordinatif yang menerangkan akibat atau hasil
Konjungsi akibat atau
hasil terdapat pada kalimat bilamana klausa subordinatifnya menerangkan hasil
atau akibat dari hal yang disebutkan dalam klausa primer/utama. Konjungsi yang
dapat digunakan adalah akibatnya, sampai, hingga, sehingga, maka.
Perhatikanlah contoh
berikut.
(1)Biaya pengobatan RS
Permata bunda sangat mahal sampai-sampai rumah beserta kiosnya telah habis
terjual.
2.8. Konjungsi
subordinatif yang menerangkan sebab
konjungsi sebab terdapat
pada kalimat bilamana klausa subordinatifnya menerangkan sebab maupun alasan
terjadinya hal yang disebutkan dalam klausa primer/utama. konjungsi yang
digunakan sebab, oleh karena, karena.
Perhatikanlah contoh berikut.
(1)Harga daging sapi di pasar Purwodadi melonjak sebab mendekati hari lebaran.
2.9. Konjungsi
subordinatif yang menyatakan Alat
Konjungsi alat terdapat
dalam kalimat bilamana klausa subordinatifnya menerangkan alat yang disebutkan
oleh klausa primer/utama. Konjungsi yang dapat digunakan yaitu dengan dan
tanpa.
2.10. Konjungsi
subordinatif yang menyatakan cara
konjungsi ini terdapat
pada kalimat dimana klausa subordinatifnya mennerangkan cara/metode pelaksanaan
dari hal yang disebutkan oleh klausa primer/utama. Konjungsi yang digunakan
seperti pada konjungsi alat, yaitu dengan dan tanpa.
3. Konjungsi korelatif
Konjungsi korelatif
adalah konjungsi yang menyatukan dua kata, frase atau klausa dan hubungan kedua
unsur itu memiliki derajat yang sama. Hubungan ini biasanya dapat dinyatakan dengan memakai konjungsi :
baik…maupun, contoh : Tak
ada yang sempurna, baik aku maupun dia
tidak hanya…tetapi,
contoh : Rumah itu tidak hanya tinggi tetapi juga megah.
demikian(rupa)…sehingga,
contoh : Toko itu dibuat sedemikian rupa sehingga menarik untuk dikunjungi
pembeli.
apakah…atau…, contoh :
aku tidak perduli apakah pulang atau pergi aku tetap menyayanginya.
entah……entah…, contoh :
dia akan menerima kadoku entah suka entah tidak
4. Konjungsi Antarkalimat
Konjungsi antarkalimat adalah
konjungsi yang menghubungkan suatu kalimat dengan kalimat yang lain. Konjungsi
antarkalimat ini selalu diawali dengan kalimat baru serta menggunakan huruf
kapital pada awal kalimat (baca : jenis jenis kalimat). konjungsi antarkalimat
yang biasa digunakan meliputi:
Konjungsi antarkalimat
yang menerangkan kesediaannya untuk melakukan suatu hal. Konjungsi yang
biasanya digunakan yaitu demikian, biarpun, sungguhpun, begitu, sekalipun,
demikian, walaupun demikian.
Contoh : Puji memang
selalu berbeda pendapat dengan adiknya. Walaupun demikian mereka tetap
menyayangi.
Konjungsi antarkalimat
yang menerangkan lanjutan dari sebuah peristiwa maupun keadaan. Konjungsi yang
dapat digunakan yaitu lalu, sesudah itu, kemudian, setelah itu.
Contoh : Putri melakukan
perjalanan dari Semarang ke Salatiga dengan sepeda bus. Kemudian dari Salatiga
ia menaiki mobil menuju Yogyakarta.
5. Konjungsi Antarparagraf
Konjungsi antarparagraf yang biasa digunakan yaitu adapun, mengenai, akan hal, dalam pada itu. Selain itu, konjungsi antarparagraf yang biasanya terdapat dalam cerita sastra lama yaitu alkisah, sebermula, arkian, syahdan.
contoh teks eksposisi
Manfaat
Sirih Merah Untuk Kesehatan
Pernyataan
Umum (Tesis):
Sirih Merah seringkali
dijadikan sebagai bahan tanaman obat-obatan tradisional oleh masyarakat
setempat. Pasalnya tanaman ini bisa dibudidayakan dengan mudah oleh sebagian
masyarakat guna bahan persiapan obat-obatan.
Argumentasi:
Berdasarkan hasil
penelitian bahwa tanaman sirih merah merupakan obat-obatan yang berupa obat
kanker, diabetes, dan juga obat untuk masalah rambut berketombe. Selain itu
tanaman ini juga sangat bermanfaat untuk penderita yang mengalami keputihan
diarea kewanitaan
Cara mengaplikasikan
tanaman obat sirih merah yaitu dengan merebus daun yang sudah diambil kemudian
diolah kembali. kandungan dalam sirih merah ini mampu menjadi tanaman obat
karena terdapat senyawa aktif di dalam daun sirih merah tersebut. Adapun
kandungan yang berada dalam dalam tanaman tersebut diantaranya, minyak Atsiri,
Euganol, Polivenol, dan lain sebagainya
Penegasan
Ulang (Penutup):
Banyaknya manfaat dan
kandungan dari tanaman sirih merah ini bisa dijadikan sebagai tanaman obat
penyembuh secara tradisional untuk penyakit tertentu (yang sudah dijelaskan
diatas)
Comments
Post a Comment